Sabtu, 09 Maret 2013

definisi batuan induk/source rock


DEFINISI DAN PENJELASAN

I.            Batuan induk / source rock

Adalah batuan karbonat yang berasal dari zat-zat organic yang terendapkan oleh batuan sedimen. Sehingga tidak terjadi siklus carbon seperti selayaknya. Justru karbonat terendapkan dan menjadi batu. Contoh dari batuan source rock adalah batu gamping, dan kini telah di temukan hidrokarbon yang terbentuk dari batu bara.


            Untuk menjadi source rock ada 3 faktor yang mempengaruhi. Yaitu :
1.      TOC ( total organic karbon ) merupakan kuantitas dari karbon organic yang terendapkan dalam batuan tersebut. Semakin tinggi nilai OC maka akan semakin baik source rock tersebut dan kemungkinan terbentuknya hidrokarbon akan semakin tinggi. TOC yang dapat menghasilkan adalah di atas 1 % .
2.      Kerogen merupakan kualitas dari carbon organic yang terendapkan dala batuan tersebut. Keregon akan menentukan hidrokarbon yang akan di bentuk. Kerogen ada beberapa tipe . diantaranya :
a.       Kerogen tipe I
-          Terbentuk di perairan dangkal
-          Berasal dari algae yang bersipat lipid
-          H/C > 1.5 dan O/C < 0,1
-          Menghasikan minyak
b.      Kerogen tipe II
-          Terbentuk di marine sedimen
-          Berasal dari algae dan protozoa
-          H/C antara 1,2 – 1,5 dan O/C antara 0,1-0,3
-          Menghasilkan minyak dan gas
c.       Kerogen tipe III
-          Terbentuk di daratan
-          Berasal dari tumbuhan daratan
-          H/C < 1,0 dan O/C > 0,3
-          Menghasilkan gas
d.      Kerogen tipe IV
-          Telah mengalami oksidasi sebelum terendapkan , sehingga kandungan karbon telah terurai sebelum terendapkan
-          Tidak menghasilkan hidrokarbon

3.      Maturity atau pametangan adalah proses perubahan zat-zat organic menjadi hidrokarbon. Proses pematangan di akibatkan kenaikan suhu di dalam permukaan bumi. Maturity di bagi 3. Yaitu :
a.       Immature adalah sourcerock yang belum mengalami perubahan menjadi hidrokarbon
b.      Mature adalah source rock yang sedang mengalami perubahan menjadi hidrokarbon
c.       Overmature adalah source rock yang telah mengalami pematangan menjadi hidrokarbon.

II.          Reservoir

 
Reservoir adalah tempat minyak dan gas ( migas atau petroleum )terakumulasi di dalam bumi, yang dapat berbentuk perangkap struktur (structuraltrap ) atau perangkap stratografi ( stratigraphical trap )Evaluasi terhadap suatu reservoir dimulai sejak reservoir migas ditemukanoleh satu pemboran eksplorasi. Apabila reservoir tersebut dinilai prospektif sehingga kemudian dikembangkan ( developed ), serta diproduksikan minyak danatau gasnya, maka evaluasi reservoir merupkan pekerjaan rutin yang tidak dapatdiabaikan, yang harus dilakukan berkesinambungan guna menentukan strategipengurasan ( recovery ) yang paling menguntungkan.Memproduksikan migas dari reservoir berbeda dengan mengeluarkanminyak dari dalam suatu tangki minyak. Minyak terproduksikan dari dalamreservoir karena tenaga dorong alamiah ( natural reservoir drive mecanism ) yangbekerja pada reservoir tersebut Selain itu jumlah minyak yang bisa diproduksikantergantung kepada cara memproduksikan serta letak ( lokasi ) sumur sumurpenghasilnya. Minyak dari dalam tangki bisa kita peroleh seluruhnya, namunminyak dari dalam reservoir tidak seluruhnya bisa kita peroleh . Hanya sebagiankecil minyak bisa diperoleh dengan mengandalkan tenaga dorong alamiahnya.Berbagai teknologi telah sdikembangkan dan diterapkan guna meningkatkanperolehan minyak dari reservoir, antara lain dengan melaksanakan teknik secondary oil recovery, tertiary/enhanced oil recovery (EOR), horizontaldrilling,microbial technology, dan lain lain.





III.        Migration / migrasi

Waktu migrasi amat menentukan dalam suatu
 petroleum system
. Adanyawaktu migrasi yang tidak tepat dalam suatu suatu
 petroleum system
, akanmengakibatkan tidak adanya akumulasi hidrokarbon terbentuk pada suatureservoar. Sebagai contoh, pada saat batuan induk telah mencapai suatukematangan termal tertentu dan menghasilkan hidrokarbon sedangkan perangkap dalam sistem tersebut belum terbentuk, maka hidrokarbon yangdihasilkan akan mengalir hilang dan tidak akan membentuk akumulasihidrokarbon

IV.       Trap/perangkap

Perangkap adalah suatu kondisi dimana hidrokarbon tidak dapat mengalir keluar dan terjebak dalam batuan reservoar. Fungsi dari perangkap iniadalah untuk menampung adanya aliran hidrokarbon danmengakumulasinya pada perangkap tersebut. Tanpa adanya perangkap,
 
hidrokarbon akan mengalir hilang dan tidak akan terjadi suatu akumulasihidrakarbon. Perangkap terbagi atas perangkap struktur, perangkapstratigrafi atau perangkap kombinasi antara keduanya

V.          Seal/penyekat

II. Seals dan Gaskets
Gb. 2.1 Seals
Untuk memperhalus pengoperasian dan mengurangi keausan, hampir semua gear dan bearing memerlukan pelumasan yang terus menerus. Maka untuk menjaga keberadaan  pelumas di sekeliling komponen-komponen yang bergerak dan menjaga agar cairan pelumas tersebut jangan sampai keluar dan menjaga agar kotoran dan debu jangan masuk ke sistem maka diperlukan seal.
Fungsi dari seal yaitu:
  • Menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi).
  • Menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem.
  • Memberikan batasan cairan supaya tidak tercampur.
  • Lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor.
  • Melapisi permukaan yang tidak rata.
  • Komponen tidak cepat rusak.
Seal diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu: Static Seal dan Dynamic Seal.
  • Static Seal
Static Seal digunakan pada permukaan yang tidak ada gerakan pada dua permukaan yang dilapisi. Yang termasuk Static seal adalah: O-ring seal, gasket dan liquid gasket.
  • Dynamic Seal
Dynamic seal dipakai pada komponen yang bergerak antara permukaan satu dengan yang lainya. Sedangkan yang termasuk Dynamic seal adalah: O-ring seals, Lip seals, Duo Cone seals dan packing rings.
Gb. 2.2 Jenis-jenis Seal
Berikut akan dijelaskan mengenai jenis-jenis seal:
  1. Gaskets
Gasket adalah salah satu jenis seal yang banyak digunakan pada celah yang kecil  pada komponen yang diam. Beberapa tempat yang menggunakan gasket misalnya antara cylinder head dan block , antara block dan oil pan.
Permukaan yang memakai gasket harus rata, bersih, kering dan tidak ada goresan.
Gb. 2.3 Gasket
Kekencangan pengikat dua permukaan yang menggunakan gasket sangat penting, selalu berpedoman pada spesifikasi torque untuk mencegah kebocoran.
b. O-rings
Gb. 2.4 Pemakaian O-ring Seal
Sebuah O-ring adalah bentuk cincin yang sangat lunak yang terbuat dari bahan alami atau karet synthetic atau plastik. Dalam pemakaianya O-ring biasanya dikompres antara dua  permukaan sebagai seal, O-ring sering digunakan sebagai static seal yang fungsinya sama dengan gasket.
Untuk penyekat pada aplikasi yang bertekanan tinggi di atas 5500 kPa  (800 psi) sering O-ring ditambahkan dengan back-up ring untuk mencegah kebocoran yang ditimbulkan oleh adanya celah antara dua permukaan. Pressure back-up ring biasanya terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk memperpanjang usia O-ring.
Pada saat pemasangan O-ring seal, yakinkan semua permukaan bersih dari kotoran dan debu. Periksa O-ring seal dari kotoran, debu, goresan (screth) dan cacat lainya yang akan menyebabkan kebocoran.
c. Lip Seals

Gb. 2.5 Lip Seals
Lip seal adalah jenis dynamic seal yang banyak digunakan pada kontruksi alat berat. Lip seal memikul semua jenis kondisi pengoperasian dan mencegah tidak beroperasinya machine karena panas yang diakibatkan gesekan atau juga mencegah bercampurnya pelumas atau cairan. Lip Seal juga menahan perpindahan gerakan di antara dua komponen yang dibatasi. Lip seal relatif sangat mudah dilepas pada saat perbaikan atau penggantian komponen.
Gb. 2.6 Seal dengan Ring
Jenis lip seal adalah Radial lip seal dan Dirt excluding lip seals. Dirt excluding lip seal digunakan untuk membersihkan kotoran pada cylinder. Radial lip seal digunakan untuk mencegah kebocoran pada perputaran shaft dan dibuat dengan bermacam-macam bentuk dan ukuran disesuaikan dengan aplikasi pemasangannya. Internal lip seal mempunyai bibir seal di diameter dalam. External radial lip seal mempunyai bibir seal pada diameter luar dari seal tersebut.
Radial lip seal menahan permukaan shaft dengan tekanan cairan dan garter spring. Garter spring menekan bibir seal ketika tekanan cairan rendah. Pada operasi yang sebenarnya seal dibantu oleh lapisan tipis oli antara bibir seal dan shaft, ini supaya bisa melumasi bibir seal dan mencegah kebocoran.
Gb.2.7 Radial Lip Seal
d. Duo Cone Seal
Duo cone seal dibuat untuk menjaga kotoran tidak masuk ke dalam sistem dan menjaga kebocoran cairan pelumas pada area yang luas. Duo cone seal harus bisa menahan karat yang lebih lama dengan sedikit perawatan  Duo cone seal lebih bisa menahan kebengkokan shaft, end play dan beban yang tiba-tiba.
Duo cone seal terdiri dari dua ring yang biasanya terbuat dari karet, dipasangkan pada dua groove metal retaining ring.
Gb. 2.8 Duo Cone Seal
Gb. 2.9 Struktur Duo Cone Seal
Rubber rings bekerja sama dengan metal rings berfungsi sebagai seal. Rubber ring juga sebagai bantalan untuk metal rings dan menjaga kerataan permukaan pada saat shaft berputar selama machine beroperasi. Kehalusan permukaan metal rings bersama-sama dengan kekentalan oli melapisi shaft.


VI.       Porositas
Porositas adalah suatu ukuran untuk menyatakan seberapa besarperbandingan volume ruang pori (pore volume) terhadap volume totalbatuan, daengan satuan persen (%).Porositas
  Didalam batuan berpori , biasanya terdapat pori – pori yang terisolir(isolated) dan pori-pori yang saling berhubungan (interconnected).Porositas absolute mencakup seluruh pori , baik yang terisolir maupunyang saling berhubungan.Porositas efektif hanya memperhitungkan pori-pori yang salingberhubungan saja.

VII.     Permeabilitas

Permeabilitas adalah ukuran kemampuan suatu batun berpori(reservoir) untuk mengalirkan fluida.Permeabilitas berpengaruh terhadapbesarnya kemampuan produksi(laju alir) pada sumur-sumur penghasilnya.Hubungan lermeabilitas dengan laju alir di suatu system media berpori,pertama laki dikemukakan oleh Darcy, dengan rumusnya :V = - k dP
µ

dLKarena v = q/A maka q =- k A dP , dimana A = luas penampang aliran.
µ

dLBila di dalam pori batuan hanya terdapat satu macam fluida, makakemampuan permeabilitasnya tidak tergantung terhadap fluidanya, halseperti ini disebut permeabilitas absolute.Namun bila ada ada lebih dari satu macam fluida maka kemampuanbatuan untuk mengalirkan fluidanya tidak sama, tergantung terhadap saturasibatuan tersebut.





Penjelasan :

Buatlah ilustrasi terdapat / terperangkapnya migas ( gambar )


0 komentar:

Poskan Komentar